Jumat, 31 Oktober 2014

Bank Mandiri Siap Layani 'Kartu Sakti' Jokowi-JK

Bank Mandiri Siap Layani 'Kartu Sakti' Jokowi-JK

Angga Aliya - detikfinance
Jumat, 31/10/2014 15:36 WIB

//images.detik.com/content/2014/10/31/5/153905_kartupemerintah.jpg 
Jakarta -Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan tengah menggarap Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Keluarga Sejahtera. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyatakan siap melayani penggunaan kartu ini.

Menurut Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas, kartu-kartu ini merupakan program pemerintah dan dikerjakan oleh pemerintah. Bank Mandiri menyatakan sudah siap dalam hal infrastruktur dan teknologi untuk mengakomodasi keperluan pemerintah.

"Pemerintah meminta Bank Mandiri melaksanakan pilot project-nya dan penunjukan ini didasari pada kesiapan infrastruktur yang dimiliki Bank Mandiri," katanya kepada Rohan detikFinance, Jumat (31/10/2014).

Seperti diketahui, Presiden Jokowi sudah membagikan 500 Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk pengungsi letusan Gunung Sinabung. Kartu ini baru bisa digunakan pekan depan.

Kartu-kartu ini disiapkan untuk menjadi jaring pengaman bagi rakyat kecil yang akan terimbas saat subsisi bahan bakar minyak (BBM) dialihkan ke sektor lain.

Dalam rapat yang digelar di kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, 7 menteri di bidang tersebut memaparkan soal 3 kartu 'sakti' yang akan diluncurkan pada 3 November mendatang. Tiga kartu tersebut menelan anggaran sebesar Rp 6,4 triliun dari dana Bansos.
SUMBER : http://finance.detik.com/read/2014/10/31/153646/2735688/5/bank-mandiri-siap-layani-kartu-sakti-jokowi-jk?f9911013

(ang/dnl)

Susi Pudjiastuti: Gaji Menteri Cuma 1% dari Gaji Saya di Susi Air

Susi Pudjiastuti: Gaji Menteri Cuma 1% dari Gaji Saya di Susi Air



Meski jabatan menteri merupakan jabatan yang sangat bergengsi, namun gaji menjadi menteri jauh lebih kecil dari pendapatan pemilik perusahaan.

Setidaknya hal itu yang dialami oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang baru dilantik Senin lalu. Menurutnya, gajinya sebagai menteri hanya sebesar 1 persen dari pendapatan yang diterimanya sebagai pemiliki maskapai perintis, Susi Air.

"Asal tahu saja, gaji saya sebagai menteri itu cuma 1 persennya dari gaji saya di perusahaan saya," ujarnya di Kantor Kadin, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (30/10/2014).

Susi mengungkapkan, dengan gaji yang besar di perusahaannya, dirinya bisa lebih santai dalam bekerja dibandingkan menjadi menteri. Namun dia berjanji tetap menjalankan tugas sebagai menteri semaksimal mungkin.

"Sedangkan menjadi menteri, kerjaannya banyak. Tapi saya ikhlas laungkan waktu dan energi saya buat negara," lanjutnya.

Susi juga bercerita, jika dulu sering dipanggil Susi gila oleh pemerintah. Alasannya, dia sering melakukan komplain pada pemerintah bahkan pernah sampai ke 10 kementerian sekaligus.

"Dulu saya dipanggil Susi Gila. Saya sms ke 10 kementerian, teriak teriak. Result-nya (hasilnya) apa masa bodoh. Tapi sekarang pemerintah sebut kita perlu orang gila untuk gebrakan," jelasnya.

Namun, setelah menjadi menteri, susi baru menyadari menjadi bagian dari pemerintah bukan perkara yang mudah. Dia harus siap dikritisi oleh berbagai kalangan, mulai dari masyarakat miskin hingga pengusaha besar.

"Mungkin suatu saat saya akan kecewakan pengusaha, tetapi untuk kebijakan yang lebih baik. Tapi kalau komplain saya persilakan," tandasnya.


Jadi Menteri Bukan Untuk Kaya

Sebelumnya saat memberi sambutan pada acara serah terima jabatan (Sertijab),  Susi mengaku mengambil tawaran menjadi menteri bukan untuk menjadi kaya dan hebat. Alasan utama dirinya menerima tawaran dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yaitu ingin membawa sektor perikan dan kelautan Indonesia menjadi lebih baik.
Pasalnya meski hanya berijazah Sekolah Menengah Pertama (SMP), Susi telah menggeluti bisnis perikanan selama 33 tahun dan 10 tahun di bidang penerbangan sehingga dia sangat mengerti benar bagaimana mengelola sektor yang dipimpinnya.
"Jangan sampai laut kita yang besarnya 70 persen atau 5 kali lebih besar laut kita dari Thailand, dan beribu-ribu kali lipat dengan Malaysia tetapi angka ekspor kita kalah jauh dibandingkan Malaysia dan Thailand. Ini jadi target kita semua," tuturnya," terang dia pada Rabu 29 Oktober 2014.
Demi mewujudkannya, Susi mengajak pegawai negeri sipil (PNS) di Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk bekerja keras siang dan malam. Untuk itu, dia pun mengubah jam kerja PNS di Kementeriannya menjadi pukul 07.00-15.00 WIB.
"Jadi kita siap bekerja siang malam? " tanya Susi kepada PNS KKP.

Profil Susi

Susi memang berbeda dengan menteri kebanyakan. Jika menteri-menteri yang lain adalah lulusan sarjana, bahkan hingga perguruan tinggi luar negeri, Susi hanya memiliki ijazah SMP.

Namun jangan salah, Ibu tiga anak ini merupakan salah satu pengusaha yang sukses. Kesusksesan Susi terlihat dari puluhan pesawat yang dia miliki dari berbagai jenis seperti Cessna Grand Caravan, Pilatus PC-06 Porter, dan Piaggio P180 Avanti.

Susi mengawali karir sebagai pengepul ikan di Pangandaran. Bisnisnya berkembang kemudian mendirikan pabrik pengolahan ikan pada PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan produk unggulan lobster bermerk Susi Brand. Pasarnya, pun berkembang hingga luar negeri seperti Asia dan Amerika.

Berkembangnya pasar produk ini pun membuatnya mau tak mau membutuhkan sarana transportasi sehingga produk yang dibawa dalam keadaan segar. Akhirnya muncullah pemikiran untuk membeli sebuah pesawat pengangkut yang kemudian melatarbelakangi berdiri PT ASI Pudjiastuti Aviation dan berkembang hingga saat ini.

Gebrakan yang dilakukan Susi menuai perhatian dari banyak kalangan. Hingga kemudian dia pun dianugerahi penghargaan antara lain Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat tahun 2004, Young Entepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia tahun 2005, serta Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprose Exporter tahun 2005. (Amd/Ndw)

Soundbar Khusus Gaming Pertama di Dunia, Razer Leviathan

Soundbar Khusus Gaming Pertama di Dunia, Razer Leviathan

Produk sistem audio Razer memang tidak sepopuler produk mouse, keyboard atau headphone miliknya. Setelah vakum cukup waktu lama dari kelahiran Razer Mako, kini Razer mencoba peruntungan kembali di lini sistem audio dengan menghadirkan Razer Leviathan.
razer leviathan-1
Berbeda dengan Razer Mako yang mengusung sistem tata suara 2.1, Leviathan mampu menyajikan tata suara 5.1 virtual surround sound berkat dukungan Dolby Virtual Speaker, Dolby Digital dan teknologi Pro Logic II multichannel audio.
Speaker dengan desain bergaya soundbar ini mampu menghasilkan suara di rentang frekuensi 180 Hz hingga 20 KHz melalui 4 buah driver yang dimilikinya. Driver tersebut terdiri dari 2 driver full range berukuran 2.5-inci dan dua tweeter berukuran 0.74-inci yang ditenagai oleh ampilfier berkekuatan 30 watt RMS. Untuk suara bass lebih baik, Razer juga telah menyiapkan sebuah subwoofer berukuran 5.25-inci berkekuatan 30 waat RMS dengan driver yang mengarah ke bawah. Subwoofer yang memiliki respon frekuensi mulai dari 20 Hz hingga 180 Hz ini diklaim akan mampu menghadirkan pengalaman bermain game yang lebih mengesankan.
razer-leviathan-2
Untuk terhubung ke perangkat laptop atau PC, Leviatan dilengkapi input analog, optikal dan mendukung koneksi Bluetooth 4.0 dengan aptX untuk menyalurkan (streaming) file audio resolusi tinggi. Tidak ketinggalan hadir juga fitur NFC yang berguna untuk mempermudah gamers menghubungkan Razer Leviathan ke perangkat gadget lain yang memiliki NFC.
Razer Leviathan saat ini telah tersedia untuk di pre-order melalui laman razerzone.com dan mulai tersedia bulan November 2014. Harga resminya akan ada di angka US$199 atau sekitar Rp2.400.000. Berminat?

Ricoh Theta M15: Kamera Video Panorama 360° Pertama di Dunia

Ricoh Theta M15: Kamera Video Panorama 360° Pertama di Dunia



Selang setahun setelah menghadirkan kamera pertama di dunia yang bisa menghasilkan foto panorama 360° secara langsung, Ricoh Theta, kini Ricoh kembali mengeluarkan produk terbaru penerusnya dengan label Ricoh Theta M15.
ricoh theta M15-1
Walaupun masih berbagi desain dan spesifikasi dengan versi perdananya, Ricoh Theta M15 kini tambah menarik berkat tambahan fitur rekam video. Jadi, Theta M15 juga dapat merekam video panorama 360° berdurasi 3 menit. Sebagai catatan, untuk melihat hasil rekam video panorama yang diambilnya, hasil rekaman harus dikonversi terlebih dahulu dengan bantuan aplikasi khusus di PC atau Mac. Peningkatan lain, Ricoh Theta M15 juga sudah dilengkapi koneksi Wi-Fi standar baru yang diklaim 2 kali lebih cepat dibandingkan di Theta versi pertama.
Ricoh juga telah merilis API dan SDK Ricoh Theta M15 versi beta untuk para pengembang yang diharapkan akan dapat mengembangkan aplikasi yang kreatif menggunakan Theta M15.
Ricoh Theta M15 tersedia dalam 4 pilihan warna yaitu biru, kuning, pink dan putih. Kamera ini akan tersedia mulai bulan November 2014 untuk pasar Amerika terlebih dahulu dengan banderol harga US$300 atau sekitar Rp3.600.000. Berminat?